Translate

Senin, 25 April 2016

Dear Pak/Bu Produser...

Halo! Setelah lama ngga bloging, ini gue agak gatel gitu pengen ngebahas satu masalah tentang acara tv yg lagi booming sekarang.
Kenapa judulnya 'Dear Pak/Bu Produser...'?

Karenaa... gue to the point aja nih...
Belakangan ini gue nemuin banyaaaaak banget tayangan tv yang 'menurut gue' sama sekali ngga mendidik! Ya! Gini, sinetron yang tayang di tv dari jam ke jam itu ngga ada manfaatnya sama sekali! Pembodohan publik!
Contoh aja. Sinetron yang di jalanan itu tuh... dimana coba nilai moralnya? Si anak bantuin ortu dari hasil balapan liar. Bah! Lucu kali kau. Kau pengen anakmu terjaga pergaulannya, tapi kau biarkan dia nonton tayangan tipi tak guna cem itu.

Selain itu... apakah anda pernah merasa bosan dan jengah dengan episode yang ratusan? Saya sih iya. Bosen. Banget malah. Saya pernah jd script writer, dan saya ngga pernah membuat naskah saya seperti sampah2 di tipi sana. Saya selalu (ingin) menampilkan sisi lain dari Indonesia. Tidak dengan hal receh macam itu.

Sekarang, saya mau obrak-abrik dapur produksi nih...
Satu pertanyaan, Apa produser hanya mengincar materi alih2 mempertimbangkan isi tayangan?
Coba di pikir pak, bu... kalo beberapa tahun kedepan kelakuan anak2 makin hancur. Maka, ibu dan bapak boleh napak tilas. Buka-buka yutub. Cari penyebabnya...
Di tahap produksi... semua orang kerja. Syuting dari subuh sampai subuh lagi, kerja keras demi hasil yang... (menurut saya) NGGA ADA APA-APANYA! Kalian cuma dapet capek doang karena kemudian setelah tayang acaranya di hujat berbagai pihak.

Dear Bapak/Ibu Produser masa depan...
Film adalah satu bentuk dokumentasi fisik yang dapat dinikmati semua kalangan, maka... mulailah buka wawasan dan pertimbangkan kembali proyek yang kalian jalankan. Saya mohon dengan sangat... tolong di perbaiki segalanya... bukan untuk siapa-siapa. Semuanya untuk kita.

Untuk siapapun kenalanku yang kelak di masa depan sukses jadi orang boardcast, aku minta satu hal...
Tolong angkat Novel 'Galaksi Kinanthi' menjadi film. Sesuai ekspetasi. Tolong pilih aktris cilik yang benar2 dari Bantul. Yang dapat menguasai dan menjiwai perannya sepenuh hati.

Segini dulu, nanti tak edit. Tak posting ulang. Salam Jomlo,


(bukan) Abe (yang jomlo) 😊

Tidak ada komentar:

Posting Komentar